Peserta Mudik Gratis Harapkan Perbaikan Sistem demi Pelayanan Lebih Baik
Sejumlah penumpang di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, mengusulkan perbaikan sistem pendaftaran mudik gratis agar lebih optimal. Salah seorang penumpang, Sandy, mengeluhkan bahwa laman pendaftaran sempat mengalami gangguan saat ia hendak mengisi biodata. Meskipun sudah bersiap sejak satu jam sebelumnya, laman tersebut tiba-tiba berhenti berproses. Ketika mencoba kembali, data yang telah diisi sebelumnya hilang, sehingga ia harus mengulanginya dari awal. Ia berharap sistem pendaftaran dapat diperbaiki agar lebih lancar di masa mendatang.
Meskipun demikian, Sandy tetap mengapresiasi program mudik gratis karena sangat membantunya dalam menghemat biaya perjalanan ke kampung halaman. Menurutnya, harga tiket ke Semarang yang biasanya sekitar Rp300 ribu kini melonjak hingga Rp700 ribu, sehingga program ini sangat membantu masyarakat yang ingin mudik dengan biaya lebih terjangkau.
Selain sistem pendaftaran, aspek lain yang juga perlu diperbaiki adalah penanda lokasi bus tujuan. Seorang penumpang asal Wonogiri, Wawan, mengaku kebingungan saat mencari busnya karena tidak ada petunjuk yang jelas. Ia menyarankan agar petugas lebih aktif mengarahkan penumpang dan menyediakan tanda lokasi bus agar lebih mudah ditemukan. Wawan berharap perbaikan ini dapat dilakukan agar program mudik gratis semakin diminati oleh masyarakat.
Pada program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta, terdapat 521 unit bus yang disediakan dengan total 22.403 kursi, mencakup 12.599 kursi untuk arus mudik dan 9.804 kursi untuk arus balik. Selain itu, disediakan pula 20 truk untuk mengangkut sepeda motor pemudik. Gelombang kedua program ini juga menambah 27 unit bus tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin mudik.