Hamas Tegaskan Tidak Akan Tinggalkan Tanah Palestina Kecuali ke Yerusalem

Gerakan Hamas menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan meninggalkan tanah air mereka dan menolak setiap upaya pemindahan paksa maupun sukarela. Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, Hamas menegaskan bahwa warga Palestina akan tetap bertahan dan mempertahankan hak mereka. “Rakyat Palestina kami akan tetap teguh berada di tanah air mereka, memegang teguh hak-hak mereka, dan akan menggagalkan semua upaya pemindahan secara paksa dan sukarela. Kami katakan dengan lantang dan jelas: Tidak ada migrasi kecuali ke Yerusalem,” ujar Hamas.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan agar penduduk Gaza dipindahkan secara permanen ke negara lain, seperti Yordania atau Mesir. Pada awal Februari, Trump menyebut bahwa AS akan “mengambil alih” Jalur Gaza untuk mengembangkannya menjadi “Riviera Timur Tengah.” Ia juga menggambarkan kondisi Gaza saat ini sebagai “wilayah pembongkaran” dan tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan militer Amerika ke wilayah tersebut.

Hamas menilai bahwa pernyataan Trump tersebut merupakan bentuk campur tangan asing yang bertujuan untuk mengubah demografi Palestina serta menghilangkan hak warga Gaza atas tanah mereka. Hamas juga menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak sah untuk tetap tinggal dan memperjuangkan kemerdekaan mereka.

Sementara itu, situasi di Gaza terus mengalami ketegangan seiring dengan meningkatnya serangan dan blokade yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Warga Gaza menghadapi kondisi yang semakin sulit akibat keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, dan bahan pangan. Berbagai organisasi internasional telah menyerukan solusi yang adil bagi Palestina, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang dapat mengakhiri konflik berkepanjangan ini.

Di tengah tekanan global, Hamas terus menggalang dukungan dari negara-negara yang bersimpati terhadap perjuangan Palestina. Mereka menegaskan bahwa tidak akan ada negosiasi terkait pemindahan paksa warga Palestina dan bahwa setiap upaya untuk mengusir mereka dari tanah kelahiran mereka akan ditolak dengan tegas. Hingga kini, ketidakpastian mengenai masa depan Gaza masih menjadi isu yang terus berkembang, mencerminkan kompleksitas konflik yang belum menemukan titik terang.