China Tegas Bantah Isu Keterlibatan dalam Misi Perdamaian Ukraina
China membantah laporan yang menyebut bahwa negara tersebut tengah mempertimbangkan untuk bergabung dalam pasukan penjaga perdamaian di Ukraina. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa sikap Beijing terhadap konflik di Ukraina tetap konsisten. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (24/3) sebagai tanggapan terhadap laporan media Jerman yang mengutip sumber diplomatik Uni Eropa mengenai dugaan pendekatan China terhadap pejabat di Brussels.
Sebagai bagian dari upaya diplomasi global, China telah membentuk kelompok “Sahabat untuk Perdamaian” bersama Brasil serta negara-negara berkembang lainnya. Kelompok ini pertama kali diperkenalkan dalam Sidang Umum PBB ke-79 pada September 2024 di New York dan berkomitmen untuk mendukung penyelesaian konflik melalui jalur politik dan negosiasi. Dalam pertemuan terbaru yang digelar di New York, anggota kelompok ini menilai bahwa situasi di Ukraina semakin mendekati titik balik dan mendukung perundingan damai sebagai solusi utama. Mereka juga menegaskan pentingnya komunikasi erat antara semua pihak guna memastikan suara negara-negara berkembang lebih diperhitungkan dalam dinamika geopolitik global.
Di sisi lain, perkembangan terbaru dari konflik Ukraina menunjukkan bahwa Kiev telah menerima usulan Amerika Serikat mengenai gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Selain itu, Washington juga berencana melanjutkan bantuan serta berbagi intelijen dengan Ukraina. Dalam rangka memperkuat perekonomian Ukraina, kedua negara sepakat mempercepat perjanjian terkait sumber daya mineral penting yang diharapkan dapat mendukung keamanan serta kemakmuran jangka panjang bagi Kiev.